Selasa, 22 Juni 2010

News



30 Investor China lirik Indonesia


Sekitar 30 pengusaha asal China tertarik berinvestrasi dan menjalin kerja sama bisnis degan pengusaha Indonesia, terutama saektor infrastruktur, kelistrikan, dan mesin, asal pemerintah Indonesia memberi kemudahan dalam proses investasi.

Para pengusaha yang datang dari berbagai perusahaan di China tersebut, bertemu langsung dengan Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM], belum lama ini di paviliun Indonesia dalam ajang World Expo 2010 yang berlangsung di Shanghai, China, pada 1 Mei-31 Oktober.

Widharma Raya Dipodiputro, Direktur Paviliun Indonesia, yang mengikuti pertemuan bisnis tersebut, mengatakan bahwa para pengusaha dari China itu mengeluhkan tentang proses investasi di Indonesia masih lambat, dan berbelit. Untuk itu mereka ingin kejelasan dan kemudahan dalam bisnis.

“Ketika itu Kepala BKPM langsung menjawab bahwa pemerintah Indonesia membuka peluang bagi pengusaha luar untuk berinvetasi, dan kerja sama bisnis dengan pengusaha Indonesia. Berbagai keluhan tersebut diperbaiki dan diperhatikan. Bahkan saat ini sudah ada National Single Window,” kata Widharma.

Para pengusaha China tersebut ada yang datang dari perusahaan China State Grid bergerak di bidang kelistrikan, China Harbour (pelabuhan), dan pengusaha dari TBEA bergerak juga di bidang listrik.

Menurut Widharma, banyak pengusaha yang tengah mencari investasi di luar China, yang penting ada kepastian hukum, dan peraturannya jelas.

“Kami dari paviliun Indonesia memfasilitasi pertemuan bisnis antara pengusaha China dengan pejabat dari BKPM yang juga diikuti dengan Gubernur Jawa Barat, Gubernur Riau, dan Wagub Kalimantan Timur. Masing-masing gubernur saat itu mempresentasikan potensi dan peluang bisnis yang ada di daerah masing-masing,” tambahnya.

Pada 19 Juli nanti, lanjutnya, juga akan difasilitasi pertemuan bisnis antara Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dengan sejumlah asosiasi dan pengusaha perikanan China.

Sementara itu Pratito Soeharyo, Wakil Direktur Paviliun Indonesia, menambahkan dalam pertemuan tersebut terlihat antusiasme para pengusaha China untuk berinvestasi di Indonesia. “Mereka memperoleh banyak informasi tentang potensi di negeri kita, diantaranya dalam bidang infrastruktur, mesin, dan pembangunan pabrik di Indonesia,” katanya.

Pratito menuturkan pemerintah bekerjasama dengan para mitra paviliun Indonesia di World Expo 2010 Shanghai ini, menyelenggarakan berbagai forum bisnis untuk meningkatkan potensi tourism, trade, dan investment (TTI) kepada kalangan usaha dari negara lain, terutama China.

Menurut dia, partisipasi Indonesia di World Expo 2010 ini, merupakan kerja sama lintas kementerian dan didukung oleh para mitra dari sejumlah perusahaan, seperti PT Astra International, PT Garuda Indonesia, Medco, Adaro, Indofood, Artha Graha, Gajah Tunggal, Chandra Asri, Pertamina, Bank BNI, Lippo Group, dan Bank Mandiri.

Selain memamerkan keragaman budaya dan kearifan bangsa Indonesia, Paviliun Indonesia juga menjadi wadah bertemunya para pengusaha China dengan para mitra paviliun Indonesia, dan kementerian terkait yang berpotensi perdagangan, pariwisata, dan investasi di Indonesia.

Posted by:
Muh Fitrah Yunus
Institute for Global Justice

http://web.bisnis.com/sektor-riil/1id188560.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buat Cappucinomu Kita Berdiskusi